Friday, 26 November 2010

Hanya Terbentur Angkuh...

Kemarin, ada sepucuk rindu yang kuhantarkan ke tepi lapangan. Kutaruh ia di sela-sela rumput, menyaru bersama embun. Kerinduan itu telah menanti sekian lama sampai akhirnya kehangatan tubuhmu mendekatinya. Walau dengan keangkuhan.

Kemarin, ada serangkai harapan yang kugantungkan di tiang gawang. Kujejalkan ia bersama jaring-jaring, harapan itu hampir menyerah karena lelah. Namun, akhirnya matamu menyapunya. Walau dengan keangkuhan.

Kemarin, ada secarik cinta yang kusematkan di sepatu bola. Ia hanya terinjak, tak terlihat. Tapi ia bahagia, karena akhirnya kau menjajakinya. Walau dengan keangkuhan.

Kemarin, ada penantian yang kusampirkan di tongkat bendera penjuru. Ia hanya terhuyung mengikuti tarian angin. Penantian itu hampir putus, hingga akhirnya kau jemput keinginannya. Walau dengan keangkuhan.

Kemarin, ada seseorang yang berpura-pura jadi supporter. Ia ingin melihat ilusinya berubah menjadi manusia, manusia yang telah lama mengkremasi hatinya.Akhirnya ia melihat. Walau hanya melihat keangkuhan...

Gelora Bung Karno, 23 November 2010

1 comments:

sepedakuning said...

suer, ini keren.. :)

Post a Comment