aku mengenalmu tanpa nama
hanya wajah serupa senyum yang terlalu memuakkan
aku menemukan namamu tanpa keikhlasan
hanya impian yang saling berkejaran dengan ambisi
aku mengharapmu tanpa terlihat ada harapan
hanya sebuah kisah kosong yang diwarnai gerimis mata pada malam
aku memimpikanmu tanpa sua memeluk pandang
hanya keseharian yang terkadang menuhankanmu
aku memujamu tanpa beragama
hanya sebuah sekte yang didasari dengan kata 'tergila-gila'
Lalu aku...
aku mulai merindukanmu
merindukan pertemuan kedua tanpa pertemuan pertama
aku mencarimu tanpa keberanian
hanya sebuah keinginan untuk mengetahui bahwa kau benar ada
aku berbicara padamu tanpa pengakuan
hanya berpuisi dengan bait-bait kepura-puraan
aku memelukmu tanpa genggaman
karena hanya mimpi yang sanggup memberikan
aku menyerah
menyerah untuk menyentuhmu
menyerah bukan tanpa usaha
hanya lelah,lelah terluka tanpa disakiti
aku merasa bodoh tanpa penyesalan
hanya sebuah kisah yang memuat satu nama
bayanganmu...
Showing posts with label poems. Show all posts
Showing posts with label poems. Show all posts
Saturday, 6 November 2010
Saturday, 18 September 2010
Ketika Cinta
Posted by
nuriyah amalia
at
05:29

Ketika Cinta adalah sebuah buku kumpulan puisi karya Ibnu Wahyudi. Beliau adalah salah satu pengajar di jurusan Sastra Indonesia Universitas Indonesia. Selain mengajar beliau juga telah membuat banyak buku, antara lain kumpulan cerpen Nama Yang Mendera serta kumpulan puisi Ketika Cinta. Kumpulan Puisi Ketika Cinta adalah sebuah buku yang memuat 95 puisi karyanya yang semua puisinya diawali dengan kata 'Ketika Cinta'. Dalam tulisan ini saya ingin memuat beberapa puisi dalam antologi sajak Ketika Cinta yang menurut saya paling dekat dalam hidup saya. Berikut puisinya :
Ketika Cinta Kehilangan Bara
Ketika cinta telah kehilangan baranya
cari lagi apinya diantara sepi
siapa tahu ia hanya sejenak mengambil jeda
dari mimpi yang biasa berapi-api
Ketika Cinta Masih Belum Berlabuh
Ketika cintamu belum menentukan pelabuhannya
biarkan layar itu memandu ke setiap cuaca
tapi kalau itu adalah cinta untukku
akan aku nyalakan suar di mercu
biar arahmu tak kandas di cinta palsu
Ketika Cinta Adalah Buku Harian
Ketika cintamu terperangkap buku harian
atau puas dengan bayang dan malam lengang
coba tanyakan soal kapan akan melepaskan diri
dari jeratan gamang dan keinginan bersendiri
Ketika Cinta Cuma Gelisah
Ketika cintamu cuma gelisah
meranggas berbenalu resah
tak ada salahnya untuk sekedar menyapanya
supaya yang selama ini tak jua terkatakan
merdeka untuk menyapanya
Ketika Cinta Tak Pernah Disapa
Ketika cintaku tak lagi pernah kau sapa
aku lekas bersegera menawarimu kesima
siapa tahu engkau menjadi begitu lupa
pada rasa yang pernah kita beri nama
Ketika Cinta Dalam Diam
ketika cinta selalu terhenyak dalam diam
perlu segera dicari musabab kadarnya
adakah cinta memang telah dalam genggaman
atau jangan-jangan hanya rasa sementara?
itu adalah enam puisi yang menurut saya paling dekat dengan kehidupan saya sebagai remaja yang baru mengenal cinta, dengan kalimat yang ringan dan kata-kata yang sederhana tapi sangat mengena, Mas Iben (begitulah ia akrab dipanggil-red) selayaknya orangtua yang sedang memberikan petuah bagi anaknya soal cinta,cinta yang terkadang menggebu-gebu tapi tak sempat diungkapkan karena terhalang waktu dan kesempatan atau mungkin cinta yang sudah didapatkan tapi disia-siakan karena kebosanan. Disinilah Mas Iben memberikan solusi atas itu semua,lewat sajak-sajaknya ia seakan meberitahu bahwa dalam cinta kita perlu menyeimbangkan hati dan pikiran untuk mendapatkan jawaban terbaik atas kebimbangan, tak perlu terburu nafsu. Banyak hal yang ia sampaikan dalam buku ini mengenai cinta dan segala tetek bengeknya,dan untuk Anda yang menyukai puisi sekaligus ingin mendapatkan nasihat tentang cinta i really really recommended this book for you ;). Anda bisa mendapatkan buku ini di Perpustakaan FIB UI lantai 2.
Sekian...
see ya on the next post :)
*picture by http://bukuku-jendeladunia.blogspot.com/2010_02_01_archive.html
Wednesday, 8 September 2010
Tugas bahasa indonesia 1 tahun yang lalu ;)
Posted by
nuriyah amalia
at
08:55
TENTANG
Alunan kesatiran mengiring gerimis panas
Penuh tawa tanpa nada
Bersyair di balik kepalsuan
Memeluk bidadari dengan manisnya
Berdansa ia dengan para peri
Tertawa para malaikat lalu berharmoni
Melukis senyum ia melukis tawa ia
Lalu menghitamkan syair begitu saja
Tergelak sang bidadari dalam ironi
Rasa tak ada lagi detak dalam nadi
Malaikat coba angsurkan canda
Tapi tak lagi,enggan bodohi diri
Terlalu jengah rupanya sang bidadari
Terlalu muak untuk kembali menari di atas pelangi
Hanya beku, menghina dalam manis
Katanya, mati kau wahai hati !!
Monday, 6 September 2010
Hari ini,mendung atau tidak di ibukota?
Posted by
nuriyah amalia
at
06:19
Kepak dara menggema di sela deru kesibukan jalan raya
Beriring mereka kembali ke taman kota
Disana, seorang pedagang kaki lima telah mengemasi barang dagangannya
Sembari menghitung receh, bertanya "Adakah segelas susu untuk anakku malam ini?"
Di sudut lain Ibukota
Seorang eksekutif muda berjalan terburu-buru
Takut didahului waktu sepertinya
Klakson mobil tak henti bersahutan di jalan raya
Si eksekutif muda mendongakkan kepalanya kemudian berteriak
"Hei,cepatlah,aku tak punya banyak waktu"
Sejenak...
Ia kembali menarik kepalanya ke dalam mobil
Menoleh pada wanitanya,lalu bertanya
"Sayang,ke bar mana kita malam ini?"
Si pedagang kaki lima berdiri lesu di depan pintu kontrakannya
Dia sadar,tak akan ada segelas susu untuk anaknya malam ini
Tapi lihat,ada 3 batang permen di tangannya
Untuk putrinya,putri kesayangannya yang tak mampu ia belikan susu
Saat hendak mengetuk pintu,ia mendengar suara malaikat kecilnya
"Ibu,kapan ayah pulang?aku tak sabar,aku ingin segera minum susu"
Alunan musik yang tak jelas merdu atau tidaknya diputar
Mengiringi dansa kaum hedonisme
Siapa berdansa dengan suami siapa
suami siapa berdansa dengan istri siapa
Eksekutif muda maju ke lantai dansa
berdansa dengan seseorang yang tak tahu istri siapa
Saat terbuai nikmat anggur dan belai kekasih
seorang pria menggamitnya dari balik bahu
mendaratlah bogem mentah di tubuhnya
tak terelakkan bertubi-tubi datangnya
Sang eksekutif muda jatuh,koma...
Si gadis kecil berbinar matanya
Ayah telah pulang,menghambur ia ke dalam dekap ayahnya
"Maaf nak,ayah hanya membawa permen,bukan susu"
Gadis kecil tertawa,dikecup kening ayahnya
Berlari ia mengitari rumahnya yang sempit
Diacungkannya 3 batang permen dari sang ayah
Hingga akhirnya ia lelah dan tertidur sembari mendekap 3 batang permen di dadanya
Senyum manis pun jadi hiasan di bibirnya
Ayah dan ibunya pun tersenyum lega
malam ini,meski tanpa segelas susu,anak mereka bahagia...
Lihatlah,betapa terkadang sebatang permen bisa membuat mereka lebih bahagia daripada kalian. Hei,para mubazir harta!
Beriring mereka kembali ke taman kota
Disana, seorang pedagang kaki lima telah mengemasi barang dagangannya
Sembari menghitung receh, bertanya "Adakah segelas susu untuk anakku malam ini?"
Di sudut lain Ibukota
Seorang eksekutif muda berjalan terburu-buru
Takut didahului waktu sepertinya
Klakson mobil tak henti bersahutan di jalan raya
Si eksekutif muda mendongakkan kepalanya kemudian berteriak
"Hei,cepatlah,aku tak punya banyak waktu"
Sejenak...
Ia kembali menarik kepalanya ke dalam mobil
Menoleh pada wanitanya,lalu bertanya
"Sayang,ke bar mana kita malam ini?"
Si pedagang kaki lima berdiri lesu di depan pintu kontrakannya
Dia sadar,tak akan ada segelas susu untuk anaknya malam ini
Tapi lihat,ada 3 batang permen di tangannya
Untuk putrinya,putri kesayangannya yang tak mampu ia belikan susu
Saat hendak mengetuk pintu,ia mendengar suara malaikat kecilnya
"Ibu,kapan ayah pulang?aku tak sabar,aku ingin segera minum susu"
Alunan musik yang tak jelas merdu atau tidaknya diputar
Mengiringi dansa kaum hedonisme
Siapa berdansa dengan suami siapa
suami siapa berdansa dengan istri siapa
Eksekutif muda maju ke lantai dansa
berdansa dengan seseorang yang tak tahu istri siapa
Saat terbuai nikmat anggur dan belai kekasih
seorang pria menggamitnya dari balik bahu
mendaratlah bogem mentah di tubuhnya
tak terelakkan bertubi-tubi datangnya
Sang eksekutif muda jatuh,koma...
Si gadis kecil berbinar matanya
Ayah telah pulang,menghambur ia ke dalam dekap ayahnya
"Maaf nak,ayah hanya membawa permen,bukan susu"
Gadis kecil tertawa,dikecup kening ayahnya
Berlari ia mengitari rumahnya yang sempit
Diacungkannya 3 batang permen dari sang ayah
Hingga akhirnya ia lelah dan tertidur sembari mendekap 3 batang permen di dadanya
Senyum manis pun jadi hiasan di bibirnya
Ayah dan ibunya pun tersenyum lega
malam ini,meski tanpa segelas susu,anak mereka bahagia...
Lihatlah,betapa terkadang sebatang permen bisa membuat mereka lebih bahagia daripada kalian. Hei,para mubazir harta!
Thursday, 2 September 2010
Beda Tuhan?Beda cinta?
Posted by
nuriyah amalia
at
07:03
Tuhan itu satu
Tapi kepercayaanmu
Seolah menimbulkan pertanyaan baru
"Ada dua-kah Tuhan itu?"
Katanya perbedaan bisa saling melengkapi
Tapi mengapa justru karena beda
Orang-orang tua merampas hak kita untuk saling mencinta?
Egoisme prinsip...
Tak adakah diantara kita
Yang bersedia mundur
Lalu memuja Tuhan kekasihnya
Atau kita...
Bersedia mengabukan rasa
Demi bijaksana pada Tuhan dan orang-orang tua
Tapi tidak bijak...
Pada sebelah sayap kita
Atau mungkin...
Kita harus menyempurnakan janji di hadapan dua Tuhan?
Lalu dibenci ibu ayah sampai mati
Ah, tak apa...
Setidaknya kita mencinta sampai mati
Berpulang bersama
Diadili Tuhan bersama
Ah tapi...
Bagaimana jika surga kita berbeda
Tuhan kita kan,tidak sama...
Tapi kepercayaanmu
Seolah menimbulkan pertanyaan baru
"Ada dua-kah Tuhan itu?"
Katanya perbedaan bisa saling melengkapi
Tapi mengapa justru karena beda
Orang-orang tua merampas hak kita untuk saling mencinta?
Egoisme prinsip...
Tak adakah diantara kita
Yang bersedia mundur
Lalu memuja Tuhan kekasihnya
Atau kita...
Bersedia mengabukan rasa
Demi bijaksana pada Tuhan dan orang-orang tua
Tapi tidak bijak...
Pada sebelah sayap kita
Atau mungkin...
Kita harus menyempurnakan janji di hadapan dua Tuhan?
Lalu dibenci ibu ayah sampai mati
Ah, tak apa...
Setidaknya kita mencinta sampai mati
Berpulang bersama
Diadili Tuhan bersama
Ah tapi...
Bagaimana jika surga kita berbeda
Tuhan kita kan,tidak sama...
Subscribe to:
Posts (Atom)

