Showing posts with label love. Show all posts
Showing posts with label love. Show all posts

Thursday, 18 November 2010

montase 2009

Menghirup oksigen yang berbeda,lalu mengeluarkannya lagi menjadi karbondioksida yang berbeda pula. Tapi masih dalam hidup yang sama, nyawa yang sama,diri yang sama, dan cinta yang sama. Otak ini masih menyimpan janji-janji yang sama, sama busuknya dengan mayat yang berumur lima hari yang digelontorkan ke dalam kali. Hati ini masih pula dicabik-cabik dengan rasa yang sama, rasa yang serupa benci tapi tak beda dengan rindu. Rasa yang selalu menagih-nagih dicintai kembali. Mata ini cemburu saat melihat kata manis yang tak ditujukan untuk kesepian ini, mata ini marah tapi hanya dapat memandang, memandang pilu lalu sayu. Dan lidah ini..lidah ini bodoh karena hanya dapat mengeja satu nama,nama yang bahkan sapaannya tak penah terdengar lagi. Jika namanya hadir dalam mipi, namanya hanya duduk diam tanpa menoleh, tanpa senyum, tanpa mengerjap manja,tanpa lambaian,tanpa sentuhan,tanpa kecupan, dan tanpa rindu. Namanya telah menjadi prononima kata 'sayang' dalam tesaurus orang lain. Kecewa,mimpi-mimpi ini kecewa,mimpi ini kecewa karena sehari-hari hanya dapat memandang hujan tanpa pelangi...


-mengenang mahalara

Saturday, 6 November 2010

aku (hanya) tanpa(mu)

aku mengenalmu tanpa nama
hanya wajah serupa senyum yang terlalu memuakkan

aku menemukan namamu tanpa keikhlasan
hanya impian yang saling berkejaran dengan ambisi

aku mengharapmu tanpa terlihat ada harapan
hanya sebuah kisah kosong yang diwarnai gerimis mata pada malam

aku memimpikanmu tanpa sua memeluk pandang
hanya keseharian yang terkadang menuhankanmu

aku memujamu tanpa beragama
hanya sebuah sekte yang didasari dengan kata 'tergila-gila'

Lalu aku...

aku mulai merindukanmu
merindukan pertemuan kedua tanpa pertemuan pertama

aku mencarimu tanpa keberanian
hanya sebuah keinginan untuk mengetahui bahwa kau benar ada

aku berbicara padamu tanpa pengakuan
hanya berpuisi dengan bait-bait kepura-puraan

aku memelukmu tanpa genggaman
karena hanya mimpi yang sanggup memberikan

aku menyerah
menyerah untuk menyentuhmu
menyerah bukan tanpa usaha
hanya lelah,lelah terluka tanpa disakiti

aku merasa bodoh tanpa penyesalan
hanya sebuah kisah yang memuat satu nama

bayanganmu...

Wednesday, 27 October 2010

facebroken status

sosok sempurna dalam semu,menusuk,terlalu tajam,terlalu dalam.. (8 juli 2009)



lebih mudah menghadapi kesendirian disaat kita memang sendiri dibandingkan menghadapi kesendrian disaat kita tahu bahwa kita sedang berdua (27 juni 2009)



sebuah sarkasme permainan dunia!MAUNYA APA?? (16 juni 2009)



aku salah,kebisingan tanpa suara itu masih ada...semakin nyata (12 juni 2009)



kau bintang bermakna ganda pertanda mimpi tak sempurna dan pencipta keangkuhan tak berirama (Depok, 24 mei 2009)

Saturday, 18 September 2010

Ketika Cinta


Ketika Cinta adalah sebuah buku kumpulan puisi karya Ibnu Wahyudi. Beliau adalah salah satu pengajar di jurusan Sastra Indonesia Universitas Indonesia. Selain mengajar beliau juga telah membuat banyak buku, antara lain kumpulan cerpen Nama Yang Mendera serta kumpulan puisi Ketika Cinta. Kumpulan Puisi Ketika Cinta adalah sebuah buku yang memuat 95 puisi karyanya yang semua puisinya diawali dengan kata 'Ketika Cinta'. Dalam tulisan ini saya ingin memuat beberapa puisi dalam antologi sajak Ketika Cinta yang menurut saya paling dekat dalam hidup saya. Berikut puisinya :

Ketika Cinta Kehilangan Bara

Ketika cinta telah kehilangan baranya
cari lagi apinya diantara sepi
siapa tahu ia hanya sejenak mengambil jeda
dari mimpi yang biasa berapi-api

Ketika Cinta Masih Belum Berlabuh

Ketika cintamu belum menentukan pelabuhannya
biarkan layar itu memandu ke setiap cuaca
tapi kalau itu adalah cinta untukku
akan aku nyalakan suar di mercu
biar arahmu tak kandas di cinta palsu

Ketika Cinta Adalah Buku Harian

Ketika cintamu terperangkap buku harian
atau puas dengan bayang dan malam lengang
coba tanyakan soal kapan akan melepaskan diri
dari jeratan gamang dan keinginan bersendiri

Ketika Cinta Cuma Gelisah

Ketika cintamu cuma gelisah
meranggas berbenalu resah
tak ada salahnya untuk sekedar menyapanya
supaya yang selama ini tak jua terkatakan
merdeka untuk menyapanya

Ketika Cinta Tak Pernah Disapa

Ketika cintaku tak lagi pernah kau sapa
aku lekas bersegera menawarimu kesima
siapa tahu engkau menjadi begitu lupa
pada rasa yang pernah kita beri nama

Ketika Cinta Dalam Diam

ketika cinta selalu terhenyak dalam diam
perlu segera dicari musabab kadarnya
adakah cinta memang telah dalam genggaman
atau jangan-jangan hanya rasa sementara?

itu adalah enam puisi yang menurut saya paling dekat dengan kehidupan saya sebagai remaja yang baru mengenal cinta, dengan kalimat yang ringan dan kata-kata yang sederhana tapi sangat mengena, Mas Iben (begitulah ia akrab dipanggil-red) selayaknya orangtua yang sedang memberikan petuah bagi anaknya soal cinta,cinta yang terkadang menggebu-gebu tapi tak sempat diungkapkan karena terhalang waktu dan kesempatan atau mungkin cinta yang sudah didapatkan tapi disia-siakan karena kebosanan. Disinilah Mas Iben memberikan solusi atas itu semua,lewat sajak-sajaknya ia seakan meberitahu bahwa dalam cinta kita perlu menyeimbangkan hati dan pikiran untuk mendapatkan jawaban terbaik atas kebimbangan, tak perlu terburu nafsu. Banyak hal yang ia sampaikan dalam buku ini mengenai cinta dan segala tetek bengeknya,dan untuk Anda yang menyukai puisi sekaligus ingin mendapatkan nasihat tentang cinta
i really really recommended this book for you ;). Anda bisa mendapatkan buku ini di Perpustakaan FIB UI lantai 2.

Sekian...

see ya on the next post :)

*picture by http://bukuku-jendeladunia.blogspot.com/2010_02_01_archive.html

Wednesday, 8 September 2010

Tugas bahasa indonesia 1 tahun yang lalu ;)

TENTANG

Alunan kesatiran mengiring gerimis panas

Penuh tawa tanpa nada

Bersyair di balik kepalsuan

Memeluk bidadari dengan manisnya

Berdansa ia dengan para peri

Tertawa para malaikat lalu berharmoni

Melukis senyum ia melukis tawa ia

Lalu menghitamkan syair begitu saja

Tergelak sang bidadari dalam ironi

Rasa tak ada lagi detak dalam nadi

Malaikat coba angsurkan canda

Tapi tak lagi,enggan bodohi diri

Terlalu jengah rupanya sang bidadari

Terlalu muak untuk kembali menari di atas pelangi

Hanya beku, menghina dalam manis

Katanya, mati kau wahai hati !!


Thursday, 2 September 2010

Beda Tuhan?Beda cinta?

Tuhan itu satu
Tapi kepercayaanmu
Seolah menimbulkan pertanyaan baru
"Ada dua-kah Tuhan itu?"

Katanya perbedaan bisa saling melengkapi
Tapi mengapa justru karena beda
Orang-orang tua merampas hak kita untuk saling mencinta?

Egoisme prinsip...

Tak adakah diantara kita
Yang bersedia mundur
Lalu memuja Tuhan kekasihnya

Atau kita...
Bersedia mengabukan rasa
Demi bijaksana pada Tuhan dan orang-orang tua
Tapi tidak bijak...
Pada sebelah sayap kita

Atau mungkin...
Kita harus menyempurnakan janji di hadapan dua Tuhan?
Lalu dibenci ibu ayah sampai mati
Ah, tak apa...
Setidaknya kita mencinta sampai mati
Berpulang bersama
Diadili Tuhan bersama
Ah tapi...
Bagaimana jika surga kita berbeda
Tuhan kita kan,tidak sama...